![]() |
| Terlihat para petani menanam bawang merah di kawasan sentra pertanian Jabo, Blangkejeren. |
BLANGKEJEREN, SIYASAH News | Para petani Gayo Lues mulai meminati komoditi bawang merah. Mereka belajar budidaya bawang merah secara otodidak, dengan memanfaatkan media sosial.
Komoditi bawang merah, sebelumnya dominan ditanam di Pulau Jawa seperti di Brebes, Probolinggo, Nganjuk, dan Madura. Sementara di Sumatra, juga ditanam di Padang, Tapanuli Utara, dan Toba. Namun saat ini budidaya bawang merah mulai diminat petani di Gayo Lues, Aceh.
Para petani menyadari potensi hasil produksi bawang merah menjanjikan, dengan nilai jual yang tinggi. Sehingga muncul fenomena yang menunjukkan peningkatan minat terhadap komoditi bawang merah di kalangan petani Gayo Lues.
Putra, 48, seorang petani bawang merah dari Blang Pegayon, Senin (08/07/2024) mengungkapkan, meskipun menghadapi kendala cuaca panas, manun hasil selama dua kali penanaman bawang merah cukup memuaskan.
Menurutnya, bawang merah memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Gayo Lues. Masa panen bawang merah singkat, yaitu hanya dalam dua bulan atau 60 hari sejak tanam, sehingga menjadi daya tarik utama bagi petani di Gayo Lues.
Harga jual bawang merah saat ini juga tinggi, mencapai Rp30 ribu - Rp40 ribu per kilogram. Harga tersebut semakin mendorong minat para petani.
Manfaatkan Media Sosial
Para petani menyadari potensi hasil produksi bawang merah menjanjikan, dengan nilai jual yang tinggi. Sehingga muncul fenomena yang menunjukkan peningkatan minat terhadap komoditi bawang merah di kalangan petani Gayo Lues.
Putra, 48, seorang petani bawang merah dari Blang Pegayon, Senin (08/07/2024) mengungkapkan, meskipun menghadapi kendala cuaca panas, manun hasil selama dua kali penanaman bawang merah cukup memuaskan.
Menurutnya, bawang merah memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Gayo Lues. Masa panen bawang merah singkat, yaitu hanya dalam dua bulan atau 60 hari sejak tanam, sehingga menjadi daya tarik utama bagi petani di Gayo Lues.
Harga jual bawang merah saat ini juga tinggi, mencapai Rp30 ribu - Rp40 ribu per kilogram. Harga tersebut semakin mendorong minat para petani.
Manfaatkan Media Sosial
Petani di Gayo Lues mengadopsi budi daya bawang merah secara otodidak, mereka memanfaatkan media sosial sebagai salah satu alat belajar. Petani menerapkan sistem tanam dengan menggunaka plastik mulsa. Dengan cara ini memungkinkan mendapatkan hasil panen maksimal. Dengan modal sekitar Rp1 juta sampai Rp2 juta per mulsa, mampu memproduksi hingga 400 kilogram bawang merah per mulsa.
Sementara itu, tantangan utama yang dihadapi adalah berbagai penyakit yang menyerang tanaman bawang merah, memerlukan perawatan ekstra dari petani. Petani bawang merah di Gayo Lues berharap agar dinas terkait dapat terus mendampingi mereka untuk mencapai produksi bawang merah yang lebih optimal di masa mendatang. (infopublik.id)
.png)

