Kolaborasi Bulog dan Pupuk Indonesia dalam Meningkatkan Produktivitas Pangan Nasional

Tim Siyasah
10.7.24
Last Updated 2024-07-10T07:45:11Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
  
Bapanas Arief Prasetyo Adi saat menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bulog dan PT Pupuk Indonesia/Foto : Humas Bapanas
JAKARTA, SIYASAH News |  Kolaborasi Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan petani untuk meningkatkan produktivitas pangan dalam negeri, mendapat apresiasi Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi.

Apresiasi disampaikan di sela-sela penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Utama (Dirut) Bulog, Bayu Krisnamurthi, dan Dirut Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengenai Optimalisasi Produktivitas Pertanian dan Pembelian Hasil Panen Melalui Program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat) di Jakarta pada Selasa (09/07/2024).

"Kolaborasi itu sangat baik untuk menciptakan ekosistem pangan terintegrasi yang berfokus pada produksi pangan dalam negeri. Bulog mencari pemasok beras dari dalam negeri, sementara Pupuk Indonesia melalui Program MAKMUR menjadi pembeli siaga. Ini sepenuhnya kita dukung sebagai bentuk komitmen untuk membangun kemandirian pangan," ujar Arief dalam keterangan pers yang diterima InfoPublik pada Rabu (10/7/2024).

Sejalan dengan pernyataan Kepala Bapanas, Dirut Bulog Bayu Krisnamurthi menambahkan bahwa dengan kesepahaman tersebut, Bulog akan menyerap atau menjadi offtaker 100 persen dari Program MAKMUR.

"Pendapatan petani merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam mata rantai produksi pangan. Dengan kesiapan Bulog menyerap, pendapatan petani akan tetap terjaga," ujar Bayu.

Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menekankan peran BUMN Pangan sebagai offtaker hasil pertanian, sehingga dapat menjaga semangat petani untuk berproduksi serta mengoptimalkan peran BUMN pangan dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen.

Program Makmur, yang diinisiasi Kementerian BUMN sejak 2021, bertujuan untuk memberikan pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian berkelanjutan. Program ini melibatkan rantai pasok dan didukung oleh teknologi, dengan target meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Dirut Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, berharap kerja sama ini menciptakan ekosistem closed loop di sektor pangan. Nota kesepahaman ini juga mengatur peran Pupuk Indonesia dalam penyediaan sarana input pertanian komersial seperti pupuk, pestisida, serta pendampingan teknologi dan digitalisasi pertanian kepada petani binaan Program MAKMUR.

Sinergi antara BUMN itu diharapkan dapat mendorong produktivitas petani serta meningkatkan kesejahteraan mereka melalui dukungan sarana pertanian dan skema penjualan yang lebih menguntungkan.

"Dengan upaya ini, Pupuk Indonesia bersama Bulog dapat bekerja sama mendukung ketahanan pangan nasional. Masa depan yang cerah bukan hanya untuk Pupuk Indonesia dan Bulog, tetapi juga untuk pertanian dan bangsa, negara Republik Indonesia," tutur Rahmad.(infopublik.id)
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl