![]() |
| Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Aceh, Cut Muhammad didanpingi Ketua DPD Aceh Utara Taliban menyerahkan bantuan PTOC secara simbolis kepada petani Aceh Utara, Kamis (8/10/2026) |
ACEH UTARA, SIYASAH News | Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Aceh, Cut Muhammad mengajak para relawan untuk mengawal program ketahanan pangan pemerintah. TMI Aceh selama ini konsisten mengedukasi para petani demi mewujudkan kemandirian pangan di daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Cut Muhammad usai peresmian Kantor DPD TMI Aceh Utara di Jalan Medan Banda Aceh, Gampong Ceubrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Kamis (8/10).
Ketua DPW TMI Aceh yang didampingi Ketua DPD TMI Aceh Utara H. Abdul Muthalib (Taliban) menyatakan bahwa Program Ketahanan Pangan sangat memihak para petani. Salah satu bentuk keberpihakan tersebut yakni, penetapan harga gabah di tingkat petani oleh Presiden RI Prabowo Subianto dengan batas minimal Rp6.500 per kilogram.
"Mengawal semua program pemerintah yang menyangkut dengan ketahanan pangan yaitu membina petani, mengedukasi petani, memberi pemahaman-pemahaman kepada petani bagaimana cara melakukan pertanian yang benar," jelas Cut Muhammad.
Selain harga gabah, tambahnya, pemerintah pusat juga telah menetapkan harga serap eceran terendah jagung. Selain itu juga mempermudah petani mendapatkan pupuk, dan menurunkan harga pupuk sampai 20 persen, serta menambah jumlah produksi pupuk 50 persen.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan percepatan perputaran ekonomi pedesaan, salah satunya melalui pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Momentum ini dinilai perlu dimanfaatkan Tani Merdeka untuk merangkul para petani lokal agar memproduksi komoditas yang dibutuhkan SPPG. "Jadi, kita menginginkan semua petani dapat memasok hasil produksinya ke Badan Gizi Nasional demi mewujudkan pemerataan ekonomi," tegasnya.
Sebelumnya, dalam sambutanya Cut Muhammad menegaskan agar DPD TMI Aceh Utara pro aktif membela petani lokal. Diantaranya, membela petani dari tindakan mafia tanah yang merugika petani.
Bantuan PTOC Untuk Petani
Dalam kesempatan itu, Ketua DPW TMI Aceh beramasa DPD Aceh Utara meyerahkan Pembenah Tanah Organik Cair (PTOC) kepada petani. "Dalam momen ini, saya selaku Ketua DPW mengajak kepada ketua untuk membagikan PTOC. Ini adalah pembenah tanah organik," sebutnya.
Menurut Cut Muhammad, penggunaan pupuk organik cair (PTOC) ini mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam menekan biaya usaha pertanian.
Selain harganya terjangkau, PTOC berfungsi mengurai tanah secara organik sehingga dapat mengikis ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.(Tim)
Ajakan tersebut disampaikan Cut Muhammad usai peresmian Kantor DPD TMI Aceh Utara di Jalan Medan Banda Aceh, Gampong Ceubrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Kamis (8/10).
Ketua DPW TMI Aceh yang didampingi Ketua DPD TMI Aceh Utara H. Abdul Muthalib (Taliban) menyatakan bahwa Program Ketahanan Pangan sangat memihak para petani. Salah satu bentuk keberpihakan tersebut yakni, penetapan harga gabah di tingkat petani oleh Presiden RI Prabowo Subianto dengan batas minimal Rp6.500 per kilogram.
"Mengawal semua program pemerintah yang menyangkut dengan ketahanan pangan yaitu membina petani, mengedukasi petani, memberi pemahaman-pemahaman kepada petani bagaimana cara melakukan pertanian yang benar," jelas Cut Muhammad.
Selain harga gabah, tambahnya, pemerintah pusat juga telah menetapkan harga serap eceran terendah jagung. Selain itu juga mempermudah petani mendapatkan pupuk, dan menurunkan harga pupuk sampai 20 persen, serta menambah jumlah produksi pupuk 50 persen.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan percepatan perputaran ekonomi pedesaan, salah satunya melalui pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Momentum ini dinilai perlu dimanfaatkan Tani Merdeka untuk merangkul para petani lokal agar memproduksi komoditas yang dibutuhkan SPPG. "Jadi, kita menginginkan semua petani dapat memasok hasil produksinya ke Badan Gizi Nasional demi mewujudkan pemerataan ekonomi," tegasnya.
Sebelumnya, dalam sambutanya Cut Muhammad menegaskan agar DPD TMI Aceh Utara pro aktif membela petani lokal. Diantaranya, membela petani dari tindakan mafia tanah yang merugika petani.
Bantuan PTOC Untuk Petani
Dalam kesempatan itu, Ketua DPW TMI Aceh beramasa DPD Aceh Utara meyerahkan Pembenah Tanah Organik Cair (PTOC) kepada petani. "Dalam momen ini, saya selaku Ketua DPW mengajak kepada ketua untuk membagikan PTOC. Ini adalah pembenah tanah organik," sebutnya.
Menurut Cut Muhammad, penggunaan pupuk organik cair (PTOC) ini mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam menekan biaya usaha pertanian.
Selain harganya terjangkau, PTOC berfungsi mengurai tanah secara organik sehingga dapat mengikis ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.(Tim)

